HEADLINE

GET FEATURED

MIL THE SERIES

GET FEATURED ON MANGROVING

22/07/16

Green Belt Conservation Mangrove 2016

Hutan mangrove merupakan hutan pantai yang selalu atau secara teratur tergenang air laut dan dipengaruhi pasang surut air laut. Mangrove adalah sebutan umum yang digunakan untuk menggambarkan varietas komunitas pantai tropik yang didominasi oleh beberapa jenis pohon dan semak yang khas, yang mempunyai kemampuan untuk tumbuh dalam perairan asin.

Ekosistem mangrove didominasi oleh tumbuhan dari jenis Rhizophora, Avicennia, Bruiguiera, dan Sonneratia. Secara ekologis, hutan mangrove berperan sebagai pelindung pantai dari ancaman tsunami, penahan erosi dan penangkap sedimen, berperan dalam daur hara, menjaga produktivitas perikanan, peredam laju intrusi air laut, penyangga kesehatan, menjaga keanekaragaman hayati, dan sebagai penopang ekosistem pesisir lainnya.

Secara ekologis, ekosistem mangrove merupakan penopang ekosistem pesisir lainnya karena mempunyai keterkaitan terutama dengan ekositem lamun dan terumbu karang. Ekosistem mangrove mempunyai fungsi sebagai penghasil detritus, perangkap nutrien dan bahan organik yang dibawa oleh arus sungai menuju ekosistem padang lamun dan terumbu karang.

Ekosistem mangrove juga berperan sebagai habitat/tempat tinggal, tempat mencari makan (Feeding ground), tempat asuhan dan pembesaran (Nursey ground), dan tempat pemijahan (Spawning ground) bagi ikan.

Pada ekosistem hutan mangrove terdapat beragam jenis sumberdaya hayati yang dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan manusia. Manfaat ekonomi yang dapat diperoleh dari hutan mangrove adalah kayu yang digunakan sebagai bahan bangunan, kayu bakar, bahan arang, dan bahan pulp.

Selain itu, produk hutan mangrove dapat diolah menjadi pupuk organik, bahan makanan, obat-obatan, minuman, peralatan rumah tangga, bahan baku tekstil, dan kulit. Hutan mangrove dapat pula dijadikan sebagai objek ekowisata.

Produk dan hasil ikan dari hutan mangrove dapat dijadikan komoditas yang mendukung kegiatan ekowisata. Namun apakah Anda tahu ? Aktivitas manusia saat ini menyebabkan kerusakan hutan mangrove secara besar-besaran.

Contoh nya adalah penguasaan lahan oleh masyarakat menyebabkan terjadi pembukaan hutan mangrove untuk pertambakan ikan dan garam, pemukiman, pertanian, pertambangan, industri, selain itu terjadi pula perambahan hutan mangrove secara besar-besaran untuk pembuatan arang, kayu bakar, dan bahan bangunan.

Berdasarkan data National Geographic 2016, diperkirakan sekitar 5,58 juta hektar hutan mangrove telah hilang setiap tahunnya. Kerusakan hutan mangrove disebabkan oleh dua hal yaitu aktivitas manusia dan faktor alam.

Mangrove mempunyai peranan yang sangat penting baik secara ekonomi maupun ekologi. Oleh sebab itu, kita sebagai khalifah dimuka bumi ini wajib menjaga dan melestarikan lingkungan khususnya ekosistem mangrove.

Jangan hanya memanfaatkan-nya secara membabi-buta (eksploitasi), namun memanfaatkanya secara berkelanjutan. Berkelanjutan dapat dianologikan dengan kondisi kehidupan. Jika Anda hidup dalam kondisi sosial dan ekonomi yang baik, namun tanpa kondisi lingkungan yang baik, maka Anda hanya hidup sekedar cukup.

Jika Anda hidup dalam kondisi sosial dan lingkungan yang baik, namun tanpa kondisi ekonomi yang baik, maka anda hidup sengsara. Jika Anda hidup dalam ekonomi dan lingkungan yang baik, namun tanpa kondisi sosial yang baik, maka Anda hidup sekedar bertahan. Namun jika Anda hidup dalam kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan yang baik, maka Anda hidup sejahtera.

Green Belt Conservation (GBC) Mangrove merupakan event konservasi mangrove tahunan yang dilakukan secara berkelanjutan oleh Himpunan Mahasiswa Manajemen Sumberdaya Perairan IPB.

Event ini diselenggarkan dalam rangka mempertahankan fungsi ekosistem hutan mangrove sebagai benteng pertahanan dari terpaan gelombang laut bagi masyarakat yg tinggal di pesisir pantai dan sebagai habitat dari berbagai makhluk hidup perairan.

Selain itu, event ini diselenggarakan atas dasar keprihatinan kami terhadap abrasi pantai yang terjadi di beberapa daerah pesisir Indonesia salah satunya adalah di desa Legon Wetan, Subang, Jawa Barat.

Upaya penanaman mangrove di daerah tersebut telah dilakukan selama 3 tahun terakhir (sejak 2013), namun sampai saat ini masih perlu perluasan daerah penanaman, akibat luasnya area yang telah terabrasi.

Info lebih lanjut:
LINE: @wvp4209n
IG: gbchimasper
Twitter: @GBChimasper
CP: 085749490849 (Izar)

Jadi, jika Anda tertarik untuk bergabung bersama kami, menjaga dan melestarikan ekosistem yang penuh manfaat ini,

Mari bergabung bersama dalam event Green Belt Conservation Mangrove (GBC Mangrove) 2016! Be a hero with your own way! #AyoIkutGBCMangrove. (Panitia GBC Mangrove 2016/Dadang Farista).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

YOUR PHOTOS AND ARTICLE